Karawang, Jurnalrakyat.my.id - Festival Rakyat Berbasis Budaya digelar di Lapangan Bola Telagamas, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Sabtu (4/7/2026).
Mengusung tema “Ngamumule Budaya, Ngajaga Rasa, Ngawangun Karahayuan Warga”, kegiatan ini menjadi wadah pelayanan publik terpadu sekaligus penguatan pelestarian seni dan budaya lokal.
Festival tersebut diinisiasi oleh Hj. Sri Rahayu Agustina, S.H., Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Golkar, sebagai upaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dan pelestarian budaya daerah.
Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapatkan berbagai layanan publik secara langsung di lokasi. Layanan yang tersedia meliputi administrasi kependudukan (Dukcapil), pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM), Samsat, pemeriksaan kesehatan gratis, program tebus murah sembako, bazar UMKM, hingga senam bersama.
Sektor ekonomi kreatif turut menjadi perhatian dengan melibatkan sedikitnya 40 pelaku UMKM lokal. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
“Pertumbuhan ekonomi di Lemahmulya ini luar biasa. Kita ingin UMKM lokal terus tumbuh. Hari ini layanan KTP saja mencapai sekitar 800 pemohon, belum termasuk layanan kesehatan dan servis motor gratis dari sponsor. Ini bukti bahwa negara hadir di tengah masyarakat,” ujar Hj. Sri Rahayu Agustina.
Selain layanan publik, festival juga diramaikan dengan pertunjukan seni dan budaya yang melibatkan sejumlah seniman lokal, di antaranya AA Boning, Manyin, Yoge, Ijem, Debby BE, serta Pagelaran Dalang Edan yang menjadi salah satu atraksi utama dan mendapat antusiasme tinggi masyarakat.
Menurut Sri Rahayu, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelayanan, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
“Harapan saya sederhana, bagaimana budaya lokal tetap hidup dan tidak ditinggalkan generasi muda. Di Lemahmulya ini banyak potensi seni, termasuk penari jaipong. Malam ini puncaknya pagelaran wayang golek oleh Dalang Edan, putra daerah yang menjadi kebanggaan kita bersama. Ini aset budaya yang harus dijaga,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam kegiatan tersebut telah diverifikasi melalui Bappeda dan DPMD Provinsi Jawa Barat. Aspirasi itu akan menjadi bagian dari usulan prioritas pembangunan daerah, terutama di sektor infrastruktur jalan, penerangan jalan umum (PJU), dan drainase.
Sri Rahayu juga menyampaikan optimisme bahwa sejumlah program pembangunan yang diusulkan dapat terealisasi pada tahun anggaran 2027, sesuai skala prioritas pemerintah provinsi.
(Ahmad Muslim)
