Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Syarif Mahmud Melvin selaku Sultan Pontianak. Dalam kesempatan itu, Iyan Lipan memperkenalkan Heri kepada Sultan sebagai bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik antara masyarakat daerah dengan pihak keraton.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Keramahan Sultan Pontianak menciptakan suasana hangat, sehingga Heri bersama Iyan Lipan dengan cepat menjalin kedekatan dalam perbincangan yang santai namun bermakna.
Heri mengungkapkan rasa hormat dan kebanggaannya atas sambutan yang diberikan. Ia menilai, keterbukaan dan sikap ramah Sultan Pontianak menjadi cerminan nilai-nilai luhur budaya Melayu yang terus dijaga di lingkungan keraton.
“Suatu kehormatan bagi kami dapat bersilaturahmi langsung. Sambutan beliau sangat hangat dan penuh kekeluargaan,” ungkapnya.
Sebagai simbol keterbukaan, Sultan Pontianak juga dikenal selalu membuka pintu bagi siapa saja yang ingin berkunjung dan mengenal lebih dekat sejarah serta nilai budaya yang ada di keraton.
Di lokasi kegiatan, tim media turut melakukan peliputan dengan mengambil dokumentasi berupa foto dan video. Dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, media tetap menjunjung tinggi profesionalisme serta membuka ruang klarifikasi terhadap setiap pemberitaan, sesuai dengan prinsip dan kode etik jurnalistik yang berlaku berdasarkan Undang-Undang Pers.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempererat hubungan silaturahmi serta memperkuat sinergi antara tokoh masyarakat dan institusi budaya di Kalimantan Barat.
